Kita ni bukan malas.
Kita cuma penat.
Penat ikut cara orang lain
sampai lupa cara sendiri.
Ramai orang bukan gagal.
Mereka cuma letih ikut rentak orang lain yang bukan untuk mereka.
Lama-lama kita buat tanpa kita sedar.
Kita ni ikut je.
Sampai satu ketika, kita sendiri pun tak pasti —
ini hidup kita, atau kita tiru hidup orang lain.

Benda yang kita selalu dengar
Dari dulu sampai sekarang, ayat dia lebih kurang sama.
Kalau tak kejar, nanti ketinggalan.
Kalau berhenti sekejap, orang kata kita malas.
Lama-lama ayat tu melekat.
Kita tak soal lagi betul ke tidak.
Kita cuma takut jadi orang yang tertinggal.
Padahal tak semua orang hilang sebab jalan perlahan.
Ada yang hilang sebab ikut terlalu ramai orang.
Bila kita ikut saja vs bila kita lepaskan
Bila ikut saja:
- Penat tapi rasa bersalah
- Buat banyak benda, tapi kabur arah
- Kepala tak pernah betul-betul diam
Bila kita lepaskan
- Jalan perlahan, tapi konsisten
- Faham diri dulu
- Hidup tak mewah, tapi tak sempit
Jalanjer itu apa sebenarnya
Jalanjer bukan cara untuk jadi cepat kaya
Dia cuma bagi ruang supaya kita boleh jalan
ikut kadar sendiri.
Ada orang boleh dapat cepat, itu tak apa.
Tapi ada juga yang perlu pelan-pelan,
supaya dia tak rasa terbeban sepanjang jalan.
Jalanjer ni bukan tentang sape lebih sape kurang..
Dia tentang buat yang perlu,
tanpa menipu diri sendiri.
Kalau cara ni rasa dekat dengan kau,
aku ada susun sesuatu bukan untuk kejar, tapi untuk faham.
